Selasa, 30 Juli 2013 - 05:11:22 WIB
Hati-Hati ! Penyelewengan Benih Bersubsidi
Diposting oleh : Rasmunaldi
Kategori: Pertanian - Dibaca: 8729 kali

Keberadaan  program   benih bersubsidi adalah  kegiatan  untuk   membantu petani agar dapat membeli  benih bermutu dengan  terjangkau.  Karena itu, agar  program   mencapai sasaran tersebut, pengawasan   dari semua  pihak  amat dibutuhkan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian  Tanaman Pangan Sumbar, Ir. Djoni  dalam sosialisasi Subisidi Benih  di Padang    baru-baru ini. Sosialisasi ini diikuti seluruh stake holder  Dinas Pertanian  termasuk dua  BUMN  yang berperan dalam menyalurkan  benih  bersubsidi, PT Sang Hyang Sri dan PT, Pertani.

“Jangan   sampai benih bersubsidi ini  nanti dibawa ke heller dan digiling,  kalau  terjadi  kita semua bisa hancur. Pengawasan    amat penting dilakukan ,” tegas Djoni. 

Menurut Djoni, peluang untuk memainkan  benih  bersubsidi ini  sangat  terbuka. Soalnya selisih harga antara benih bersubsidi dengan padi yang termurah   di Sumbar saja masih  cukup  besar. Harga HET  benih padi bersubsidi   hanya  Rp 2.024, sedangkan harga padi termurah seperti  padi pesisir sudah diatas  Rp 4.000. Belum lagi  dibanding dengan  harga padi  varietas  unggul  di daerah   yang cukup mahal.  Sementara  benih bersubsidi adalah jenis padi yang bermutu.

“Ini tentu  peluang besar  bagi orang untuk   meraihkan keuntungan, apalagi jumlah benih  bersubsidi ini cukup besar, mencapai 3700  ton,” tegas Djoni.

Sementara  peran  benih bersubsidi  ini untuk mendukung   peningkatan produksi, katanya,  sangat besar.   Target peningkatan  produksi   yang  ditetapkan pemerintah  untuk  Sumatera Barat tahun 2013   cukup tinggi  sekitar 120 ribu ton.  “Angka 120 ribu  ton bukanlah angka yang rendah. Kalau tidak didukung   penggunaan  benih bermutu   melalui subsidi benih,  saya pesimis target itu bisa tercapai. Karena  itu ia meminta agar pengawasan terhadap penyaluran benih bersubsidi harus diperhatikan betul,” tegas Djoni.

Program Subsidi Benih.

Sementara    Kasubdit Perencanaan  Direktorat Perbenihan  Kementrian  Pertanian, Henni mengatakan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang  membantu petani  dengan benih gratis, maka pada tahun 2013  ini Kementrian Pertanian   menggantinya dengan subsidi benih. Hal itu sesuai  dengan Kepmentan  Nomor 4340/Kpts/SR.120/6/2013 tanggal 10 Juni 2013.

Dalam program ini, pemerintah  mensubsidi harga  terhadap benih bermutu  sehingga   harga  terjangkau  oleh    petani . Ada lima jenis  benih yang  akan disubsidi   pemerintah (Daftar harga subsidi lihat tabel). Kelima itu adalah   Padi Inbrida, Padi Hibrida,   Jagung Hibrida, Jagung Komposit dan Kedelai.

Untuk menyediakan  benih bersubsidi, katanya,  pemerintah juga  telah menunjukan dua BUMN sebagai pelaksana yakni PT Sang Hyang Sri dan PT. Pertani. “Benih bersubsidi tersebut dapat berasal dari areal penangkaran milik Produsen Benih pelaksana PSO subsidi benih, areal penangkaran kerjasama produksi atau kerjasama pemasaran dengan penangkar benih/produsen benih swasta,”  ucapnya.

Sementara mekanisme pelaksanaan penjualan dan penyaluran benih bersubsidi  dilakukan dengan pola tertutup dimana Produsen Benih pelaksana PSO subsidi benih akan menjual dan menyalurkan benih bersubsidi sampai ke kelompok tani pelaksana SLPTT dan/atau di luar SLPTT.

Untuk membeli pupuk bersubsidi, kelompok tani   terlebih dulu membuat  DU PBB yang kemudian disahkan  Kepala  Dinas Pertanian  Kabupaten setempat dan diajukan  kepada Produsen Benih Pelaksana. Selanjutnya  Kelompok Tani   membeli benih   kepada yang dibuktikan Tanda bukti pembelian benih bersubsidi  berupa faktur penjualan yang ditandatangani petugas Produsen Benih pelaksana PSO subsidi benih, kelompok tani serta diketahui oleh    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota atau petugas yang ditugaskan mewakili (atas nama   Kepala  Dinas Pertanian Kabupaten/Kota).

Untuk pengawasan,katanya, ada dua pihak yang  sangat bertanggung jawab.  Pertama, untuk pengawasan, sertifikasi, produksi dan peredaran benih dilakukan oleh petugas  BPSB Tanaman Pangan  di wilayahnya masing-masing. Kedua, pengawasan penyaluran Benih Bersubsidi, baik yang diproduksi di dalam provinsi maupun yang didatangkan dari provinsi lain dilaksanakan  Dinas Pertanian Kabupaten/Kota

Tabel :  Harga Benih, Subsidi Benih dan HET  Tahun 2013

 

No Jenis Benih Harga Benih Subsidi Benih HET
(Rp/Kg) (Rp/Kg) (Rp/Kg)
1 Padi Inbrida              8.097               6.073              2.024
2 Jagung Hibrida            25.294             12.647            12.647
3 Jagung Komposit              9.978               7.683              2.295
4 Kedelai            12.899               9.803              3.096

 

Sumber : Kementrian Pertanian RI.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)