Selasa, 01 Juli 2014 - 15:20:28 WIB
Verifikasi dan Validasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbar 11 Kab/ Kota yang Layak
Diposting oleh : Rasmunaldi
Kategori: Sarana - Dibaca: 73043 kali

Dinas Pertanian  Tanaman    Pangan Sumbar   mendapatkan  hanya 11 kabupaten/kota di Sumbar yang laporan  verifikasi  penyaluran pupuk  bersubsidinya dapat diteruskan pada  pemerintah pusat. Ini menunjukan  bahwa penyaluran  pupuk bersubisidi di propinsi  ini masih menemui  berbagai kendala dilapangan.

Demikian diungkapkan  Kepala Bidang  Sarana dan Prasarana  Dinas  Pertanian Tanaman Pangan Ir. Syafrizal baru-baru ini di Padang

 “Dari  15  Kabupaten /Kota yang laporan  verifikasi penyaluran pupuk  masuk ke propinsi, hanya  11 kabupaten  yang bisa kita teruskan ke pusat, “ucap  Syafrizal. Ke 11 Kabupaten/Kota itu adalah  Kabupaten 50 Kota, Agam, Sijunjung, Padang Pariaman, Pasaman Barat dan Tanah Datar. Sementara kotanya adalah  Payakumbuh, Bukittinggi,  Padang Panjang, Padang  dan Kota Solok.

Ia mengatakan, diantara beberapa  persoalan yang menyebabkan hasil verifikasi  penyaluran pupuk bersubsidi tidak bisa diteruskan diantaranya adalah kurang lengkapnya data administrasi  penyaluran pada distributor dan kios penyalur. Selain itu, rendahnya sumber daya manusia turut mempengaruhi kurang lengkapnya adminisitrasi   tersebut. “Seharusnya setiap ada penyaluran pupuk harus dibuktikan dengan kuitansi atau  kesepakatan  dengan petani,”ucapnya memberi memberi contoh

Ia menyebutkan, keberadaan  hasil verifikasi dan validasi pupuk itu  sangat penting bagi pemerintah. Sebab, hasil  verifikasi  itu yang akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat melakukan  pembayaran  atas penyaluran pupuk bersubsidi  oleh produsen. “Verifikasi ini bertujuan  untuk mencek kebenaran laporan penyaluran  pupuk atau memastikan  pupuk bersubsidi  sampai ke kelompok tani  sesuai dengan RDKK,” tuturnya lagi.

Ia menambahkan , alokasi pupuk bersubsidi di Sumbar  pada tahun ini cukup besar. Yang paling tinggi adalah  pupuk urea dengan alokasi 59,5 ribu ton, SP36  24,5 ribu ton, ZA 15,1 ribu ribu ton,  NPK Phonska 53,3  ribu  ton dan pupuk organik 21,5  ton.  “Subsidi yang diberikan pemerintah cukup besar untuk pupuk ini, karena itu kita ingin memastikan pupuk  ini sampai di petani,” tambahnya.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)